All in the Family

From bespoke bikes to mornings raves, Brooklyn Kinfolk mempunyai sesuatu untuk semua orang.
Teks: Stefan Marolachakis. Fotografi: Brad Ogbonna.

“Saat pertama kali kami memulai, kami tidak pernah berpikir akan sampai di mana kami berada sekarang,” jelas founder Kinfolk Ryan Carney. Duduk di sebuah bar dan event space milik Kinfolk ini–yang luas, memiliki geodesic dome yang menarik di Wythe Avenue Brooklyn–sangat mudah untuk memercayainya. Sebuah usaha yang baru saja dibangun beberapa tahun lalu saat tiga pemuda mengimpor track bikes Jepang lalu berkembang  menjadi suatu brand yang menjadi ‘rumah’ dari menswear line, cafe, dan event spaces di Tokyo, New York, dan Los Angeles.

screen-shot-2017-01-12-at-16-41-22
Bar dan event space Kinfolk yang baru

Dengan janggut yang lebat dan menggunakan cap Kinfolk terbalik, Carney menjelaskan bagaimana pertumbuhan perusahaan ini mencerminkan perkembangan pelosok Williamsburgh yang disebutnya rumah. “Tempatnya sangat sepi saat kami pertama kali mendirikan gedung di sini. Wythe Hotel belum mulai dibangun. Kami tidak tahu kalau Wythe Hotel akan dibangun di sana–kami beruntung. Mereka membantu kami–dan kamu membantu mereka–mengubah daerah sekitarnya.

Ini semua bermula saat Carney berhubungan kembali dengan teman-teman lamanya dan sesama Pacific Northwest natives Maceo McNeff dan Salah Mason ketika ia berkunjung ke New York beberapa tahun lalu. Mereka menyadari adanya pertumbuhan track bikes Jepang.

screen-shot-2017-01-12-at-16-45-27
Tampilan toko baru Kinfolk di 94 Wythe Ave, Brooklyn

“Kamu bisa membeli sepeda tersbut dengan harga $100 di Jepang dan menjualnya di sini dengan harga %800,” jelas Carney. Lalu berangkatlah mereka ke Jepang, mengitari toko-toko dan garasi-garasi, mencari sepeda yang mereka inginkan ke mana pun. Mereka bertemu dengan pembuat sepeda bernama Shuichi Kusaka, lantas menawarkan kolaborasi, dan mulai menjual line bespoke bicycles, hand-built di Jepang.

Sepeda tersebut menangkap perhatian media dan dengan segera mendapatkan penghargaan “Best Design” dari Wallpaper dan “Leaders of the Pacl” dari Monocle. Dengan cepat mereka mulai menyadari kebutuhan untuk memiliki showroom di Jepang, dan tiba-tiba menemukan sebuah bar tua yang mereka ubah menjadi tempat multiguna. Selama siang hari tempat tersebut menjadi workspace dan showroom. Dan karena pada dasarnya tempat tersebut adalah sebuah bar, mereka tetap menggunakannya sebagai bar pada malam hari.

Tidak lama kemudian, mereka mendapatkan seuah pekerjaan design bersama Nike dan mempertaruhkan uangnya untuk Williamsburgh, menetapkan etos kerja 24-jam seperti yang mereka miliki di Tokyo. Dan bagaimana dengan dome-nya? Well, sebelum tempat di sebelah buka, mereka mengklaim tanpa mengetahui sebelumnya bagaimana mereka akan menggunakan tempat tersebut. “Kami memarkirkan motor kami dan bermain bow and arrows selama tiga bulan sambil berusaha untuk mengetahui apa yang akan kami lakukan untuk tempat tersebut,” kata Carner, sambil tertawa.

screen-shot-2017-01-12-at-16-47-06
Kiri: Thom Gastelum sedang bekerja di Kinfolk Cafe. Kanan: Jeremiah Mandel, sedang menyapu lantai event space.

Mereka akhirnya memutuskan untuk menjadikannya sebuah exhibition space, bar, dan retail outlet. Mereka telah meluncurkan line pakaian pria pada Januari kemarin dan menggunakan sebagian space untuk membuka etalase produk mereka sendiri bersama dengan label-label pilihan dan vintage gear. Sementara itu, bar kembali buka pada Mei dan telah menjadi rumah bagi art shows, weddings, film premiere, dance nights, one early morning rave, dan beberapa pesta World Cup dengan bantuan dari Victory, jurnal olahraga yang di-publish oleh teman-teman mereka di Doubleday & Cartwright.

Bagaimana dengan sepeda-sepeda yang telah memulai ini semua? “Sampai pada Desember ini, Kusaka tidak akan membuat sepeda lagi,” jelas Carney, mengadopsi sentuhan gravitas. Sementara usaha yang mungkin telah berjalan dengan sendirinya, hal itu menempatkan roda-roda penggerak untuk sebuah perusahaan yang baru saja menambahkan kota ketiga dalam daftarnya, baru-baru ini memperoleh tempat yang paling ambisius: sebuah 10.000-square-foot berlokasi di downtown Los Angeles. “They were cool bikes, tapi kita tidak ingin menjadi sebuah cool-kid-exclusive brand,” kata Carney. “Kita menginginkan sesuatu yang lebih inklusif. It’s about family.”

screen-shot-2017-01-12-at-16-49-22
Jeff Oonchitti, Felipe Delerme, Jeremiah Mandel, dan seorang customer di area cafe. Mural oleh  Jeff dan Will Robbins.


Terjemahan oleh Natasha Sinsoe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s