Filmstrips: Best Dressed

Apalah arti sebuah film tanpa kostum yang menarik? Sayangnya, banyak film yang masih belum menaruh detail pada kostum, sehingga kurang mendukung karakter para pemain. Berikit adalah list film-film yang berhasil memberi perhatian lebih kepada fashion dalam film dan mendapat penghargaan best costume design dari Academy Awards.

Anna Karenina (2012)
Director: Joe Wright
Costume Designer: Jacqueline Durran

filmstrips-best-dressed-anna-karenina
Source: The New York Times

Sebuah film lain yang merupakan adaptasi dari novel Leo Tolstoy, Anna Karenina tidak salah lagi memenangkan Piala Oscar untuk Academy Award for Best Costume Design. Dengan mengambil latar waktu abad ke-19, Anna (Kiera Knightley) selalu terlihat sebagai wanita yang paling cantik dalam tiap-tiap busana yang dikenakannya. Film ini bercerita tentang seorang wanita muda cantik yang merupakan istri seorang menteri yang bernama Karenin (Jude Law). Namun semuanya menjadi tidak sama lagi ketika Anna melihat Vronsky (Aaron Taylor-Johnson), seorang pemuda tampan. Anna jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Ia rela meninggalkan suami dan anaknya demi hidup bersama Vrosnky. Drama mengambil alih kehidupannya dan ia memutuskan mengakhiri segalanya.

Pakaian-pakaian klasik a la abad ke-19 ini membuat Jacqueline Durran–costume designer asal Inggris yang telah dua kali mendapatkan nominasi Best Costume Design masing-masing untuk film Pride and Prejudice (2006) dan Atonement (2008) yang keduanya juga dibintangi oleh Kiera Knightley–akhirnya memenangkan nominasi tersebut melalui film Anna Karenina pada tahun 2012.

The Great Gatsby (2013)
Director: Baz Luhrmann
Costume Designer: Catherine Martin

filmstrips-best-dressed-the-great-gatsby
Source: The Mash

Sebuah film yang diadaptasi dari F. Scott Fitzgerald dengan judul yang sama, The Great Gatsby bercerita tentang Nick Carraway (Tobey McGuire) yang memiliki seorang sepupu wanita bernama Daisy Buchanan (Carey Mulligan) yang menikahi pria kaya raya, Tom (Joel Edgerton). Melalui usaha perjodohan dengan Jordan Baker (Elizabeth Debicki) yang dilakukan oleh Daisyu dan Tom, Nick justru mengetahui rahasia-rahasia penting–dan kelam–darinya. Berangkat dari hal tersebut, Nick berkenalan dan berteman baik dengan Jay Gatsby (Leonardo DiCaprio) yang ternyata sempat memiliki hubungan romantis dengan Daisy–dan Gatsby sedang berusaha merebutnya kembali.

Now, let us talk about the amazing costumes inspired by 1920s, Jazz era in America. Feathered headpiece? Check! Long string of beads? Also check! Film ini mampu membawa ambience tahun 1920-an melalui pakaian-pakaian para pemain. Tidak heran apabila film ini meraih penghargaan Academy Award for Best Costume Design pada tahun 2013 lalu. Wanita kelahiran Australia bernama Catherine Martin yang juga merupakan istri dari sutradara film ini adalah orang di balik kesuksesan tersebut, namun The Great Gatsby bukanlah kemenangan pertamanya dalam kategori Best Costume. Sebelumnya ia pernah memenangi penghargaan yang sama untuk film Moulin Rouge pada tahun 2002 dan menjadi orang Australia yang paling banyak meraih Piala Oscar. Way to go, Ms. Martin! You nailed it very well!

Alice in Wonderland (2010)
Director: Tim Burton
Costume Designer: Colleen Atwood

filmstrips-best-dresses-alice-in-wonderland
Source: Cinema Blend

Alice Kinsleigh (Mia Wasikowska) mendarat di sebuah negeri bernama Wonderland saat mencoba untuk mengejar kelinci bernama White Rabbut (Michael Sheen). Petualangan Alice dimulai setelah Absolem si Ulat Bulu (Alan Rickman) menyebutkan bahwa ada sebuah ramalan di mana seorang gadis bernama Alice akan bertarung melawan Jabberwocky, seekor naga milik Red Queen (Helen Bonham Carter), pada Frabjous Day untuk mengembalikan kekuasaan Wonderland ke tangan sang White Queen (Anne Hatheway). Perjalanan untuk menggenapkan ramalan ini dibantu oleh Mad Hatter (Johnny Depp), seorang pembuat topi negeri Wonderland. Pada akhirnya, the good one will always win.

Sangat mencengangkan bagaimana Colleen Atwood, costume designer asal Amerika, mampu merealisasikan desain pakaian yang fantastikal cenderung aneh pada Alice in Wonderland yang memang memiliki cerita yang tidak biasa, Ia telah beberapa kali berkolaborasi dengan sutrada Tim Burton, Rob Marshall, dan Jonathan Demme. Kesuksesan Atwood mendesain pakaian-pakaian di film ini membuat Alice in Wonderland meraih kemenangan di Academy Award for Best Costume Design tahun 2010 silam. Selain Alice in Wonderland, ia juga menyumbangkan penghargaan yang sama terhadap film Chicago (2002), dan Memoirs of Geisha (2006).

Memoirs of a Geisha (2005)
Director: Rob Marshall
Costume Designer: Colleen Atwood

filmstrips-bestdressed-memoirs-of-a-geisha
Source: Pluggedin

Sebuah film yang bercerita tentang kehidupan Chiyo Sakamoto (Zhang Ziyu) sebagai seorang geisha di Jepang yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Arthur Golden. Memoirs of a Geisha membawa kita kembali pada zaman sebelum Perang Dunia II meletus di Jepang. Setelah Chiyo dijual oleh keluarganya ke sebuah geisha house, ia mendapatkan pelajaran dari Mameha (Michelle Yeoh),  geisha paling sukses di Tokyo. Tentu saja perjalanan hidup Chiyo tidak selalu mulus. Kerap kali Hatsumomo (Gong Li), seorang geisha senior, memfitnah dan menyebarkan rumor tidak enak tentang Chiyo agar hidupnya menjadi miserable. Sepanjang perjalanan hidupnya sebagai geisha, Chiyo–yang kemudian mengganti namanya menjadi Sayuri Nitta saat menjadi geisha–berusaha untuk mendapatkan perhatian dari pria yang membuatnya jatuh hati, yaitu Ken Iwamura (Ken Watanabe) sang Chairman.

Di balik kimono-kimono cantik yang ditampilkan, berdirilah Colleen Atwood selaku costume designer yang berhasil membawa pulang penghargaan Best Costume Design pada tahun 2005 untuk film ini. Kesuksesan Atwood dalam merancang pakaian tradisional Jeoang memang patut diacungi jempol–kita bisa merasakan nuansa klasik Jepang sebelum dan sesudah Perang Dunia hanya dengan melihat pakaian-pakaian yang digunakan para pemain.

Marie Antoinette (2006)
Director: Sofia Coppola
Costume Designer: Milena Canonero

filmstrips-best-dressed-marie-antoinette
Source: Movie Mezzanine

Berkisah tentang masa muda sang Queen of France mulai dari usia 14 tahun hingga munculnya Revolusi Prancis, Marie Antoinette (Kirsten Dunst) dipilih oleh ibunya untuk menikahi Dauphin of France (Louis Auguste)–Yes, you’re right. He’s the future of Louis XVI. Awal pernikahannya tidak berjalan mulus, seperti bagaimana Louis constantly blame Antoinette for not having produces an heir dan membuat Antoinette seperti orang asing di dalam kastil Versailles. Segala hal tersebut membuat Antoinette membeli barang-barang mewah sehingga ia mendapatkan julukan Madame Deficit karena gaya hidupnya yang glamor bertolak belakang dengan krisis ekonomi parah yang sedang dialami oleh Perancis.

Untuk kostum film yang berhasil menyabet penghargaan Best Costume Design pada tahun 2006 silam ini, sang perancang kostum Milena Cononero harus dibantu oleh enam orang asisten dalam pembuatan semua pakaian from head-to-toe. How crazy is that? Tapi, semua hal tersebut sepadan dengan bagaimana cantiknya pakaian-pakaian yang digunakan oleh para penghuni Versailles ini. Belum lagi dengan segala sepatu yang didesain oleh Manolo Blahnik dan Pompei, dan sepasang Converse sebagai tongue-in-cheek humor.


Oleh: Natasha Sinsoe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s