Forever Your Girl

Jenny Lewis, wanita yang selalu tampil keren ini berangkat dari sebuah jurang dalam menuju kosmos dalam album solo ketiganya, The Voyager.
Oleh: Melissa Giannini. 

“Saya berumur 38 tahun,” ungkap Jenny Lewis, memakai pakaian olahraga dan menggoyangkan segelas barbera di sebuah bar hotel berdekorasi aspen yang kitschy di dekat times square. “Bagaimana itu bisa terjadi?”

Untungnya, ada jawaban logis atas pertanyaan tersebut: Ia sangat sibuk, membantu Rilo Kiley serta Jenny and Johnny rekaman, tur bersama The Postal Service, menulis lagu untuk film (Song One dan Very Good Girls), dan, yang paling terbaru, melahirkan album ketiganya, sebuah album solo, The Voyager–yang membahas tentang kematian dan kehidupan dengan intim, disajikan melalui folk era 70-an a la Laurel Canyon dan era alt-indie 90-an dengan sedikit sentuhan Fleetwood Mac, dan album ini merupakan karya terambisius sepanjang kariernya. Dengan lirik seperti “Heard she’s having your baby/ and everything’s so amazing” didukung oleh petikan yang mendayu-dayu dan harmoni yang menggugah dalam lagu “She’s Not Me.”

Tidak mengherankan, rekaman ini dibuat pada masa sulit yang dialami Lewis dalam hidupnya–band Lewis, Rilo Kiley bubar, ia juga menderita insomnia, dan ia mengetahui bahwa ayahnya, seorang traveler yang ahli bermain harmonika yang telah terpisah darinya sejak kecil, sekarat karena kanker usus berat. “Beliau adalah seorang musisi berbakat, tetapi ia bukan bagian dari hidup saya,” katanya. “Tumbuh dewasa, saya sangat jarang bertemu dengannya, tapi saya tidak pernah memiliki perasaan kesal sama sekali karena beliau adalah orang yang sangat baik.” Selama kunjungi, Lewis menemukan bahwa ia memiliki enam saudara tiri. “Beberapa hari sebelum ayah saya meninggal, kami semua berada di ruangan yang sama, dan kami bercerita tentang ayah, hal tersebut sangat spesial.”

screen-shot-2017-01-14-at-17-08-13

Saat ia masih, ibu dan ayah Lewis tampil bersama di lounge di Las Vefas yang bernama Love’s Way. “Ingatan pertama saya adalah pengasuh saya, wanita yang mampu menirukan Elvis,’ katanya. Orangtuanya bercerai saat ia masih berusia tiga tahun, dan ia pindah bersama ibu dan kakaknya ke San Fernando Valley. Hampir bersamaan, Lewis “ditemukan” di sekolah kanak-kanak Van Nuys dan dari situ ia mulai berakting. Perannya yang paling tak terlupakan: Hannah Nefler di Troop Beverly Hills. “Saat berumur 19, saya membuat keputusan untuk berhenti akting,” ungkapnya. “Saya juga berpikir bahwa industri akting tidak lagi  menginginkan saya, dan itu bertepatan dengan kesadaran bahwa saya sebenarnya adalah penulis lagi.” Lewis berhenti sebentar untuk membaca SMS dari Danielle Haim, mantan anggota dari tur solonya, yang saat itu sedang berada di Spanyol untuk tampil di festival Primavera Sound: “Kamu berada di TV!” tulis Danielle, ia mengirimkan pula beberapa gambar buram Jenny Lewis muda di tahun 80-an dari televisi kamar hotelnya.

Pada saat tur dengan The Postal Service, Lewis memutuskan bahwa ia ingin kembali lagi ke studio rekaman. Ia mendengar hal-hal baik tentang PaxAm milik Ryan Adams di Sunset Road, lalu ia mengirim direct message ke Twitter Adams. “Saya ingin seseorang mengambil kontrol dari diri saya,” katanya. Saya telah melakukan rekaman on and off selama empat tahun, dan saya menyukainya, tapi saya membutuhkan seseorang untuk menyuntik lagu-lagu tersebut dengan sebuah energi baru.”


Terjemahan oleh Natasha Sinsoe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s