Urban Legend

Di luar portfolio modeling yang terus berkembang, Paloma Elsesser menarik perhatian dengan personal style yang sangat orisinal.
Oleh: Beca Alexander. 

“Terkadang saya merasa seperti pemain figuran di film Belly,” kata Paloma Elsesser, sambil meminum kopinya dengan perlahan di SoHo cafe. Mengenakan dress putih dari Reformation dan anting emas yang besar, sangat mudah untuk mengetahui pengaruh gaya dari idolanya yang meliputi J. Lo, Selena, dan Mary J. Blige muda. Tetapi model ini juga menyebut inspirasi gaya lainnya. “Saya sangat suka menonton The Sopranos–my girl, Carmela. That’s my number one.”

Berdasarkan dari banyaknya orang yang diam-diam mencuri pandang padanya, sangat mudah untuk tahu mengapa ia punya banyak followe di Instagram–lebih dari 16.000 orang memuja lekukan tubuhnya dan gaya Hip-Hop 90-annya. Scroll through her profile (@palomija) dan kamu akan menemukan campuran selfies yang menampilkan gaya street look-nya yang seksi (bayangkan: gelled baby hairs, sharp white manicures, dan gold door-knocker earrings) diikuti dengan foto-foto mobil tua.

urban-legend-paloma-esseser

“I think I give a voice to a silent subculture of girls who are a bit above-average-sized, of color…,” kata perempuan berusia 21 tahun ini, yang baru-baru saja menjadi model untuk Steve Madden dan baru menyelesaikan sesi foto untuk majalah i-D dengan Petra Collins.

Stylewise, Elsesser adalah perempuan yang suka untuk mix it up. Ia menyukai sneakers (“saya rasa mungkin saya punya 70 pasang”) tetapi ia tidak tomboy. Ia suka memadukan Nike Dunks dengan figure-hugging dress serta oversized jersey. Di kehidupan nyata, ia adalah perempuan dengan banyak interest (saat ia tidak sedang modeling, ia adalah mahasiswi literatur di The New School dan ia membaca Nabokov).

Walaupun ia menghindari label plus-size-model, ia bangga dengan tubuhnya. “At the end of the day, I’m still serving,” kata Elsesser yang bicoastal dan biracial (ayahnya orang Chili dan Swiss serta ibunya orang African-American). “Sejujurnya, jika menjadi model artinya I didn;t have boobs or a butt, then no, thank you.”


Oleh: Natasha Sinsoe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s