Ribbon Dancer

Dani Stahl mengunjungi Alice + Olivia untuk membuat layered dress yang cantik untuk keperluan party-going.
Fotografi oleh: Eric Helgas. 

Teman baik saya Stacey Bendet memulai kariernya dengan membuat celana–low -rise, flare legged pairs dengan berbagai macam pattern. Jadi saat pertama kali kami berkenalan, dengan bercana saya menjulukinya “Stacey with the pants“; sebagai gantinya, ia memanggil saya “Dani with the NYLON”. Touché

Beberapa tahun setelah pertemuan lucu kami, pekerjaannya telah jauh melampaui celana dengan gaun, sepatu, dan aksesoris di label ready-to-wear kesayangannya, Alice + Olivia. Jika kamu pernah melihat Bendet, kamu pasti akan tahu kalau label tersebut adalah lambang dari filosofi fashion-nya. Dengan rambut jet-black, bold, cat-eye, dan pemilihan yang unik akan warna dan material, ia adalah tipe perempuan yang sangat menyukai untuk dressed up (so much, hingga di hari kerja biasa pun ia sering berganti pakaian). Elemen fantasi dan fun tersebut yang menjadi DNA label ini, dikombinasikan dengan rasa feminim untuk membentuk core aesthetic. Jadi rasanya pas bagi Factory Girl ini untuk belajar bagaimana cara membuat party dress di Alice + Olivia, di mana mereka tahu bagaimana caranya bersenang-senang dengan pakaian.

ribbon-dancer-stacey-bendet-alice-olivia
We present to you the ribbon skirt-and-top set!

Pada pagi hari petualangan saya, saya bangun lebih awak dan riang (appropriately, setelah keluar larut malam sebelumnya–dress baru ini tentunya akan berguna) untuk menuju kantor Alice + Olivia di Meatpacking District di New York. The ambience is as cool as one would expect–pikir, sebagai contoh, bantal-bantal quirky dengan tulisan lucu. Di sana saya bertemu dengan Bendet dan kamu bertegur sapa sebelum pindah ke pojokan ruang produksi sampel, di mana segalanya terjadi. Saya diberi tahu bahwa hari ini kami akan membuat layered ribbon skirt-and-top set, a super-cute style yang membuat label ini dikenal. Bendet berkata kalau prototype pertama sebenarnya dibuat sebagai birthday outfit untuk anak perempuannya, Scarlet–ia sangat menyukai penampilan tersebut sampai membuat versi grown-up-nya.

First comes the ribbon, which is semuanya hand-dyed dengan ombre pattern sesuai dengan pilihan Bendet. Prosesnya perlu untuk diselesaikan agar materialnya terhindar dari tampilan stripey atau menjadi tidak lembut. Setelah selesai, it’s time to take measurements for my set’s pattern (momen-momen seperti ini yang membuat saya cukup berterima kasih kepada kelas reguler bare saya).

ribbon-dancer-stacey-bendet-alice-olivia

Kemudian pita tersebut disejajarkan dengan pattern untuk dipotong, which, again, terbukti cukup tricky, since it’s done on a curveNext, diaplikasikan ke elegant taffeta base, dilapisi dengan efek yang diinginkan untuk menciptakan sentuhan ruffle, dan dijahit bersamaan dengan hati-hati (sebuah tugas yang saya ambil meskipun alas kaki saya yang kurang cocok untuk pekerjaan ini). Flame horsehair dibuat untuk di dalam rok. It’s a band covered in a silk lining dan terpasang di dalam hem, berujung pada kesempurnaan dan efek ringan.

Hasil akhirnya sangat indah, dan saya tidak dapat menunggu untuk bisa menggunakannya di malam saya selanjutnya di kota. Dengan selesainya pekerjaan kami, in true Bendet playful fashion, hari ini berakhir dengan piggyback ride. I wouldn’t have it any other way.


Terjemahan oleh Natasha Sinsoe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s