Charli XCX

London Underground: Charli XCX mengajak kita menelusuri kota asalnya.
Oleh: Millie Cotton. Foto oleh: Dan Wilton.Ā 

Electric Cinema
electriccinema.co.uk
191 Portobello Rd.

Arsitektur megah Electric Cinema menjadi highlight di Portobello Road. Dengan interior mewah berisi front-row beds dan sofa, tempat ini telah menjadi bioskop favorit Charli. “It feels a lot more glamorous than going to the Odeon,”Ā katanya.Ā “Like the ultimate cinema experience.”Ā Tidak mengejutkan, tempat ini selalu ramai dan reservasi harus dilakukanĀ at leastĀ seminggu sebelumnya.

Found and Vision
foundandvision.com
104 Golborne Rd.

Charli sibuk mencoba beberapa sepatu untuk dipadukan dengan obsesinya saat ini,Ā slip dressesĀ dan piyama: “Saya rasaĀ nightwearĀ dari 10 tahun lalu sangat sempurna!”

charli-xcx-vision-and-found

charli-xcx-vision-and-found

***

Langsung setelah mendarat dari bandara JFK, Charli XCX menuju Portobello Road, London dengan menggunakan piyamaĀ silver-dan-ungu. Rambutnya terlihat lebih acak-acakan dari biasanya dan matanya sedikit merah karena perjalanan yang dilakukannya, sebagai pengingat bahwa di balik bintang pop tersebut ia tetap Charlote Aitchison dari Hertfordshire.

Hanya butuh sekitar 15 menit untuk sesiĀ hair-and-makeupĀ dan ia terlhat seperti bintangĀ old glamĀ kembali, dan setelah itu penyanyi dan penulis lagu ini duduk di sebuah sofa di Found and Vision, sebuah butikĀ vintageĀ menawan di jantung kota Notting Hill. Dikelilingi oleh lautan pakaian yang merepresentasikan hampir semua dekade abad 20, ia mengungkapkan dengan riang hobinya berbelanja secaraĀ thrifting.Ā “Saat kamu menemukan potonganĀ vintageĀ yang menakjubkan,Ā it’s special–seperti kucing, memiliki banyak nyawa!”

Baru berusia 22 tahun, Charli telah mengalami banyak cerita dalam hidupnya. Sebagai remaja, ia mulai tampil diĀ raveĀ London, diikuti dengan kepindahannya ke kota tersebut pada usia 18 tahun dan memperdalm dirinya keĀ underground art, fashion,Ā danĀ music scenes.Ā Ia menghela nafas ketika mengenang tahun-tahun tersebut dan meratapi bagaimana sedikitnya waktu yang ia habiskan di London sekarang. Sebagai contoh, tur sore kami keĀ spotĀ favoritnya di kota sebenarnya adalah sebuahĀ extended layover–dalam beberapa jam, ia harus naik pesawat ke Amsterdam, dan kembali ke Amerika untuk bermain di beberapa pertunjukan untuk mempromosikanĀ Sucker, albumĀ full-lengthĀ ketiganya yang keluar bulan ini.

“It’s punk-inspired,”Ā katanya tentang musik barunya.Ā “It’s definitely still a pop album, tapi ada beberapa momen yangĀ rawĀ danĀ wild. Saya berkomentar tentang industri musik, tubuh wanita, dan uang, sedangkan album sebelumnya saya lebih banyak berbicara tentang cinta.Ā This record definitely feels better informed.”

charli-xcx

DebutĀ singleĀ albumĀ Sucker,Ā “Boom Clap”, ditampilkan diĀ soundtrackĀ filmĀ The Faulth in Our StarsĀ bersama “All of the Stars” milik Ed Sheeran. “Saya melakukan sebuahĀ showĀ untuk film tersebut bersama Ed di L.A.,” katanya.Ā “There were all these screaming, crying kids, and it was just, like, some next-level Bieber shit.Ā Novelnya sangat penting bagi orang-orang, dan sangat menyenangkan untuk bisa terlibat dalam sesuatu seperti itu.” Begitu juga terlibat dalam “Fancy”,Ā smash-hit-nya bersama Iggy Azalea, yang duduk di tangga Billboard’s Hot 100 hampir selama musim panas. “Iggy adalah salah satu artis terkeren, pekerja keras yang pernah saya temui,” kata Charli.Ā “She puts her all into everything she does, which I really admire.Ā Dia juga sangat lucu.”

Prestasi Charli belakangan ini mengantarnya menuju lima nominasi di MTV Video Music Awards tahun ini, di mana ia menjadi pusat perhatian dengan mengenakan pakaianĀ tiger-printĀ dari Moschino.Ā “To be honest, bagian favorit saya adalah saya bisa memakai tiga baju berbeda dalam waktu kurang dari satu jam,” katanya.Ā “Dressing up was so much fun,Ā tapi saya merasa semua orang terlalu serius tahun ini,Ā fashion-wise. Yang saya inginkan adalah tampil bertabrakan dengan karpet.”

***

Portobello Road Market
portobelloroad.co.uk
Portobello Rd.

Setiap akhir pekan, Portobello Road akan sangat ramai. Kios jajanan mendominasi trotoar, menjual apapun mulai dari falafel sampaiĀ jerk chicken, sementara di sisi jalan yang lain dipenuhi oleh toko pakaian yang dipenuhi barang-barang keren yang bisa ditawar. Charli telah menelusuri rak-rak baju itu selama bertahun-tahun: “Mereka punya rak khusus untuk barang seharga duaĀ pounds, saya ingat ketika saya lagi sukaĀ kilt, saya bisa beli sampai limaĀ kiltĀ setiap minggunya.

Saatchi Gallery
saatchigallery.com
Duke of York’s HQ, King’s Rd.

Sebuah wadah bagi para seniman baru dan belum dikenal, Saatchi Gallery telah menjadi batu loncatan berbagai karier seni. “Saat saya remaja, tempat ini adalah pilihan saat kami berusaha untuk terlihat pandai,” kata Charli. “Saat pertama kali ke sini,Ā I saw an exhibition with my parents on the best new young American artists. It was a staple of my childhood.

***

Berjalan dari rak ke rak di Found and Vision,Ā a glittery blue shiftĀ menangkap perhatiannya. “Saya pikir saat saya bertumbuh dewasa, saya lebih memahami bentuk tubuh saya,” katanya. “Saya telah tumbuh untuk menyukai payudara saya–I’m into them right now, so I like wearing things that are good for them.” Ia mencobaĀ dressĀ biru, lalu sebuahĀ floppy fuchsia hat, menjelaskan bahwa kedua warna itu menjadi bagian besar dalam proses kreatifnya. Musik Pop berwarnaĀ bubble-gumĀ pink, katanya, sementara rekaman terakhirnya,Ā True RomanceĀ di tahun 2013-an, berwarna ungu. “Untuk saya, London berwarna silver,” tambahnya.Ā “It can be mysterious, but I see it as a fun party city. If it was a drink it would be a cosmopolitan–something tacky Ā but fun.Ā Itulah bagaimana saya memandang London.” Dan dengan itu,Ā we set off to see more of it.

***

Rough Trade
roughtrade.com
130 Talbot Rd.

Terlepas dari naik-turunnya bisnis di usia yang menginjak tiga dekade, Rough Trade telah berkembang menjadi salah satu toko piringan hitam inovatif dan sebuah label di Inggris, merilis album dari band berpengaruh seperti The Smiths dan The Strokes dan menggelarĀ gigsĀ eksklusif di toko mereka. “Saya telah berbelanja beberapa kali di sini,” kata Charli. “Saya akan pergi ke toko mereka yang lain di Brick Lane–saya rasa saya pernah melihat James Blake sekali di sana.” Saat ini, dia tergila-gila pada label rekaman PC Music yang artisnya meliputi Hannah Diamond dan Princess Bambi “terdengar seperti musik masa depan” bagi Charli. Ia juga sering mendengarkan Weezer: “Saya bekerja dengan Rivers [Cuomo] di satu rekaman lagu baru. Saya tidak terlalu seringĀ updateĀ musik-musik baru. Saya hanya mendengarkan berulang kali lagu yang saya suka berbulan-bulan sampai saya bosan.

Santo
santovillage.com
299 Portobello Rd.

“Semua orang selalu berkata bahwa tidak ada makanan Meksiko yang enak di London,Ā but this place, really, is good,” kata Charli.Ā “Makanannya enak dan koktailnya menakjubkan.” Sayangnya, tempat ini tutup jam 6 sore, jadi kami hanya bisa memercayai ucapannya tersebut.

Heaven
heavennightclub-london.com
Under the Arches, Villiers St.

Jika kamu melalui statsiun Charing Cross dan melewati sebuah gapura, kamu akan menemukan klub malam Heaven,Ā the door-way to London’s Ā gay paradise. The hetero-friendly venueĀ yang sering menampilkan pertunjukan dari artis-artis keren–termasuk Charli: “Saya memilih Heaven jika saya memerlukanĀ trashy night. Ruang R&B-nya menakjubkan. Tempat ini adalah klub klasik London. Sangat besar dan saya menyukainya.”


Terjemahan oleh Natasha Sinsoe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s