Sophie’s World

“The truth is always either terrible or boring.” Untungnya, hal itu tidak terjadi pada cover girl kami di edisi kali ini. Aktris dan rising star baik di layar lebar maupun kecil, Sophie Turner.
Fotografi oleh: Jason Hethertington. Teks oleh: Darcy Rive. 

Ternyata Sophie Turner lebih tinggi daripada yang kamu sangka. Dengan tinggi kurang lebih 175cm, ia datang ke studio dengan rambut panjangnya yang menawan, kulit mulus tanpa cacat (tanpa makeup, jika saya boleh menambahkan) dan senyuman yang cerah meskipun awan kelabu dan hujan musim panas menghentak jendela. Ia memiliki banyak hal yang dapat membuatnya tersenyum.

Dalam empat tahun terakhir, Turner memainkan peran Sansa Stark dalam seri HBO terkenal Game of Thrones dan mendapat nominasi Young Artist Award untuk Best Supporting Young Actress in TV Series. Kemudian tahun ini, komedi Hollywood pertamanya, Barely Lethal, telah dirilis, yang akan segera diikuti dengan film yang lebih serius, Alone, untuk tahun 2015. Ia sedang sibuk, dan sekarang, kerja kerasnya terbayar.

Turner telah memiliki kesempatan untuk benar-benar masuk ke dalam dan mengembangkan karakter Sansa Stark selama beberapa musim terakhir Game of Thrones, bermetamorfosis dari gadis remaja menjadi wanita tegas dan bijaksana yang berkuasa. “Musim kali ini benar-benar baik untuk saya karena Sansa berangkat dari seorang gadis labil berusia 13 tahun, dan ia berubah. Ia telah belajar dari semua orang di istana tentang bagaimana memanipulasi orang lain dan benar-benar mempraktikannya sekarang. She is becoming a bit of a dark horse.” Berbicara tentang manipulasi, “Saya melakukan sebuah adegan di episode terbaru di mana saya harus berbohong untuk Littlefinger selama pengadilannya, dan pada waktu yang bersamaan, saya harus tampak meyakinkan. Hal tersebut sedikit susah, tapi menyenangkan. Kami memiliki momen mengasyikan selama syuting.”

Mungkin di musim mendatang, Stark akan lebih menentukan suaranya. Sampai sekarang, Stark adalah sosok karakter yang kebanyakan diam, hal menantang bagi Turner, yang harus mengandalkan ekspresi wajah dan bahasa tubuh daripada kata-kata dan intonasi untuk menyampaikan kisah karakternya. “Saya menyukai fakta bahwa ia adalah karakter yang agak pendiam. Jika ia berbicara pada suatu saat ia akan mendapatkan dirinya terbunuh. Ia selalu mengalah kepada orang-orang yang ia benci hanya agar ia bisa mengulur waktu dan kemudian balas dendam. Hal tersebut menyenangkan karena terdapat banyak akting di raut wajah, bukan pada kata-kata, yang bagus bagi saya agar dapat bereksperimen.”

Transformasi ini membuat Turner dapat menyambut perubahan, yang sejauh ini memiliki beban karena memainkan karakter yang tidak disukai oleh penonton. “Saya pikir hal ini terjadi karena orang-orang melihat kesalahan mereka sendiri dalam karakter ini. Saya rasa jika ada seseorang berusia 13 tahun dan ditaruh ke dalam situasinya, kemungkinan ia akan berperilaku sama. Pada saat saya masih lebih muda, Maisie, yang bermain sebagai saudari saya, dan saya berada pada suatu adegan bersamanya, orang-orang menyukai karakternya dan mereka membenci karakter saya, dan hal tersbeut benar-benar memengaruhi saya.”

Ia tidak perlu khawatir lagi sekarang. Tidak hanya karena Sansa Stark telah berubah, menjadi lebih disukai penonton, tetapi Turner telah menghentikan kebiasaan mencari namanya di Google yang menghilangkan kepercayaan dirinya. “Saya melakukannya, ketika berusia 13 tahun. Saya membaca semua ulasan tentang diri saya dan semua orang membenci saya dan karakter saya. Sekarang ini, publicist saya mengirimkan web links tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan diri saya dan saya bisa memilih untuk membacanya atau tidak. Yang mana merupakan proses yang lebih baik.”

Pertemanan Turner dengan co-star Maisie Williams, yang bermain menjadi Arya Stark di seri tersebut, telah memesona para penonton. Kedua akun Instagram mereka menampilkan banyak selfies saat keduanya bersenang-senang bersama saat acara penghargaan dan pada saat di lokasi syuting. Sayangnya sekarang, ada kemungkinan kalau mereka tidak akan bekerjasama lagi–dan ini semua karena penulis naskah George Martin. “Hal ini menyebalkan karena ia adalah salah satu teman terdekat saya, tapi jika itu bagaimana cerita akan berjalan dan akan membuat cerita menjadi bagus, maka saya turut senang karenanya. Mungkin suatu hari nanti mereka akan bersatu lagi? It might be leading somewhere, who knows?”

Turner telah berperan sebagai Sansa Stark semenjak ia berusia 13 tahun. Menjadi bagian dari Playboc Theatre Company dari usia tiga tahun, nampaknya Turner saat itu benar-benar ingin menjadi aktris apapun yang terjadi. “Sata bergabung dengan Playboc karena ibu saya ingin minum kopi bersama teman-temannya lalu saya dikirim ke grup akting dan pada akhirnya saya menyukainya. Saya ingat ketika berusia 11 atau 12, saya berpikir sendiri, saya harus masuk ke dalam bisnis akting secepatnya karena sebagai aktor cilik, lebih mudah progresnya untuk menjadi aktor dewasa. Saya selalu memikirkan hal tersebut.” Dari usia muda, Turner telah memiliki dedikasi dan profesionalitas yang mulai membuahkan hasil sekarang.

Walaupun ia selalu berkomitmen untuk berakting, ia tidak begitu berharap banyak untuk memenangkan peran Sansa Stark yang didambakan. “Saya melakukan lima kali audisi untuk Sansa, yang pertama di sekolah saya, and I just took the poss out of it because I’d done auditions before and they’d never gone anywhere. Saya mengambil mic, dan saya mendapat call back, dan kemudian saya diaudisi dengan aktor-aktor berbeda, akhirnya saya mendapatkan peran tersebut. Ketika itu saya berada di Prancis dan Ibu saya datang dan memberitahu saya, lantas saya seperti ‘Oh, my God!” dan saya loncat ke kolam renang. Saya merasa putus asa untuk mendapatkan peran tersebut pada akhir proses audisi.”

Turner mendapatkan peran ini ketika ia belum diperbolehkan membaca buku yang mengilhami acara tersebut. “Saya membaca bagian saya. Ketika memulainya, saya berusia 13 tahun, jadi saya belum diperbolehkan membaca buku-bukunya, saya hanya diperbolehkan membaca bagian yang ada sayanya. Saat seri ini berakhir, saya akan kembali ke awal dan membaca semua bukunya.” Di samping buku, apakah ia berpikir kalau ia akan menjadi salah satu dari ribuan penggemar berdedikasi yang menonton seri ini setipa minggu jika ia tidak berakting di dalamnya? “Ide tentang medieval fantasy tidak begitu menarik untuk saya, tapi saya pikir karena begitu banyak hype tentang hal tersebut, mungkin saya akan menonton satu episode untuk melihat apakah saya tertarik. Karena kamu berada di dalamnya, kamu tidak memiliki perspektif luar, jadi saya tidak tahu apakah sebenarnya acara ini bagus atau tidak!” Mengingat kumpulan penggemar garis keras di luar sana, lebih aman untuk berkata, ya, acaranya bagus.”

Sulit untuk membayangkan apa rasanya menjadi pendatang baru berusia 13 tahun untuk mempertahankan gebrakan aktingnya dalam melawan profesional berpengalaman seperti Sean Bean, Peter Dinklage, dan Lena Headey. Karakternya belum bertumbuh di dalam acara namun Turner sendiri juga telah tumbuh di lokasi film. “Sangat aneh ketika pertama kali memulainya, namun sekarang terasa akrab untuk saya dan saya merasa seperti berada di rumah ketika sedang berada di lokasi. Hari pertama saya syuting adalah bersama Sean Bean, Peter Dinklage, dan Lena Header, dan banyak sekali aktor-aktor besar lainnya yang turut ikut melakukan adegan besar ini. Hal itu sangat menakutkan dengan kamera di mana-mana, dan saya tidak menaydari bahwa ada orang-orang yang akan melakukan apa yang kamu mau–saya akan bertanya ‘Bolehkah sya pergi dan mengambil air minum,’ dan mereka akan seperti, ‘Tidak, saya akan mengambilkannya untukmu,’ dan hal itu terasa aneh. Sekarang terasa normal memang–tapi saya tetap mengambil air minum saya sendiri!”

Apakah para veteran dari layar kecil dan lebar ini mendidik para aktor muda dengan nasihat dan bimbingan tentang bagaimana untuk menavigasi jalannya industri dan ketenaran? “Tidak, mereka tidak pernah memberi saya saran lisan atau pelajaran lisan. Saya telah menonton mereka bertahun-tahun dan mereka telah memberi saya pelajaran akting terbaik yang pernah saya harapkan. Saya sangat buruk sekali ketika pertama kali bergabung di acara ini. Saya bertemu orang lain dan mereka tidak memberi saran kepada saya, tapi tidak ada saran dari para pemain Game of Thrones.

Meskipun lokasi film terasa seperti rumah, Turner kiranya tidak boleh terlalu nyaman. Game of Thrones terkenal dengan kebrutalannya, kematian tiba-tiba dan tak terduga para pemain utama. “Sangat menyebalkan kalau Sansa hrus terbunuh karena itu berarti saya telah selesai bekerja! Dan saya menyukai karakternya dan saya senang memerankannya. Kalau saya harus terbunuh, saya ingin kematian yang dramatis–yang akan diingat sepanjang episode ini–jadi saya berpikir angtara pendarahan perlahan-lahan hingga mati atau diracuni (tapi ini sudah pernah terjadi). Kematian perlahan yang memakan waktu lama.”


Terjemahan oleh Natasha Sinsoe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s