Perut Buncit Akibat Konsumsi Kopi dan Teh

Apabila Anda adalah seorang pecinta kopi atau teh, fakta yang satu ini mungkin akan mengejutkan. Selain minuman bersoda dan beralkohol, ternyata minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh juga dapat menyebabkan perut buncit, lho.

Penelitian menyatakan bahwa mengkonsumi minuman jenis kopi, teh, atau minuman kafein diet lainnya dapat memberikan timbunan lemak di bagian perut Anda. Yuk, simak terlebih dahulu penjelasan di bawah agar Anda dapat mulai mengurangi jumlah konsumsi kedua minuman ini.

Kedua minuman kafein ini memiliki hubungan jarak jauh dengan obesitas. Sebuah studi di Amerika menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi minuman berkafein, tubuh akan memproduksi hormon kortisol, yaitu hormon yang serupa ketika kita mengalami stres atau pada saat kita ketakutan. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah yang kemudian berubah menjadi lemak. Jika kortisol terus diproduksi dan berlangsung dalam waktu lama, tubuh akan merelokasi timbunan lemak dari bagian lain langsung ke perut. Maka, Anda pun pada akhirnya akan memiliki perut buncit atau yang sering disebut ‘perut kopi’.

1

Kebiasaan menambahkan gula dan susu. Mencampurkan gula dan susu ke dalam kopi atau teh, berarti menambah kalori yang terkandung di dalam minuman tersebut. Memakan biskuit atau kue manis bersamaan dengan kopi atau teh, juga  semakin menambah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Alhasil, perut bisa menjadi buncit apabila Anda tidak mengatur asupan gula untuk tubuh.

20fit-perut-buncit-akibat-konsumsi-kopi-dan-teh

Menurut ahli gizi Bini Suresh, terdapat kafein sampai 94 mg per cangkir kopi serta 42 mg per cangkir teh. Meski batas harian yang direkomendasikan yaitu 400 mg/hari atau sekitar 2 gelas per hari, perlu diingat kembali bahwa satu cangkir kopi sudah dapat memicu pelepasan kortisol.

Kurangi penggunaan pemanis dan pastikan Anda mengonsumsi makanan sehat serta air putih yang cukup untuk mengimbangi kadar kafein di dalam tubuh Anda. Dengan demikian, Anda dapat terhindar dari perut buncit–dan juga penyakit berbahaya lainnya.


By Natasha Sinsoe, as published on 20FIT Journal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s