Apa Saja, Sih, 3 Jenis Lemak Tubuh?

Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kata “lemak”? Kebanyakan pasti berpikir bahwa lemak adalah sumber yang membuat tubuh terlihat gemuk dan untuk menghilangkannya diperlukan usaha yang cukup keras. Jangan keburu berputus asa, kenali terlebih dahulu 3 jenis lemak tubuh dan sumbernya.

Lemak merupakan salah satu kandungan atau zat yang diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi selain karbohidrat. Untuk memperoleh asupan lemak, tidak ada cara lain selain mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki kandungan lemak. Mengapa? Karena tubuh kita tidak bisa memproduksi lemak secara mandiri. Yuk, cari tahu apa bedanya lemak jenuh, lemak tidak jenuh, dan lemak trans di bawah ini:

1. Lemak Jenuh

Apa Saja, Sih, 3 Jenis Lemak Tubuh? - Lemak Jenuh

Jenis lemak ini banyak ditemukan pada produk yang berasal dari hewan, seperti daging merah, mentega, atau susu murni. Pada bahan nabati, lemak jenuh dapat ditemukan pada minyak kelapa dan minyak sawit. Meskipun bermanfaat bagi tubuh sebagai sumber energi, namun jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang terlalu banyak maka bisa mengganggu kesehatan tubuh, misalnya mengentalkan darah yang menempel di dinding pembuluh darah. Pada orang yang sering mengonsumsi lemak jenuh dalam jumlah banyak dan dalam jangka panjang dapat berisiko memiliki beberapa macam penyakit serius seperti stroke, jantung, darah tinggi, dan penyumbatan darah.

2. Lemak Tidak Jenuh

Apa Saja, Sih, 3 Jenis Lemak Tubuh? - Lemak Tak Jenuh


Lemak tidak jenuh memiliki bentuk yang cair, tapi apabila dimasukkan ke tempat bersuhu dingin maka bisa membeku. Anda bisa menemukan lemak tidak jenuh pada hasil nabati seperti minyak zaitun, minyak wijen, minyak biji bunga matahari, minyak kacang, minyak kemiri, dan minyak keledai. Menurut para ahli, lemak tidak jenuh dapat meningkatkan antibodi pada tubuh, menurunkan kolesterol LDL, dan menurunkan risiko serangan jantung.

Lemak tidak jenuh dapat dikategorikan dalam 2 jenis, yaitu:

  • Lemak tidak jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acids), yang ditemukan pada minyak zaitun, alpukat, dan sebagian besar kacang-kacangan.
  • Lemak tidak jenuh ganda (poly-unsaturated fatty acids), yang ditemukan pada minyak jagung, minyak biji bunga matahari, dan minyak keledai.

3. Lemak Trans


Lemak trans merupakan turunan dari lemak tidak jenuh yang mengalami proses pemadatan dengan teknik hidrogenisasi parsial yang menyebabkan perubahan konfigurasi ikatan kimia lemak tersebut. Tujuan dari pembuatan lemak trans ini adalah untuk membuat minyak (terutama dari bahan nabati) supaya lebih awet, stabil, dan tahan lama karena berbentuk padat pada suhu ruangan ketimbang ketika masih berbentuk cair. Anda dapat menemukan lemak trans pada margarin dan butter. Konsumsi jenis minta ini seminimal mungkin, ya.

Lemak memang merupakan salah satu zat yang sulit terurai oleh air, penimbunan lemak dalam jumlah yang sangat banyak di dalam tubuh akan mengakibatkan penambahan berat badan atau tubuh menjadi gemuk, perut buncit, dan lain-lain.

Nah, setelah mengetahui jenis lemak tubuh, Anda tentu sudah mengetahui bahwa lemak dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan kegemukan. Jadi, mulai atur konsumsi lemak dalam jumlah yang seimbang dan cukup sebagai sumber energi bagi tubuh, yuk!


By Natasha Sinsoe, as published on Journal 20FIT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s